closer with Prof. DR. M. Dawam Rahardjo

28 02 2008

 Lebih Dekat Dengan Sosok Dawam Rahardjo[1]Nama lengkapnya ialah M. Dawam Rahardjo, lahir di Solo 20 april 1942. beliau lahir dari keluarga pesantren. Ayahnya seorang yang pernah belajar di pesantren Jamsaren dan Manbaul Ulum. Pesantren yang disebut terakhir telah banyak melahirkan ulama dan cendekiawan yang piawai, semisal Prof. Munawir Sadzali, satu-satunya Menteri Agama RI yang menjabat dua periode. Menurut pengakuan tulus Dawam, ayahnyalah yang pertama kali menanamkan kecintaannya kepada al-Qur’an, sebagaimana ayahnya dianggap sebagai seorang mufassir. Meskipun sebagai ibu rumah tangga, ibu Dawam juga diakui berperan penting dalam menumbuhkan rasa cintanya terhadap al-Qur’an. Sejak kecil ia mendapatkan motivasi itu, sehingga tidak heran kalau dalam suasana keluarganya, pengaruh tradisi keagamaan terlihat cukup kuat. Kendati demikian, ia berterus terang bahwa minatnya mempelajari al-Qur’an baru mulai muncul pada tahun 1980-an, ketika usianya telah menginjak empat puluh tahun.[2] Saat itu, ia tengah menjabat direktur LP3ES (Lembaga Penelitian, pendidikan, dan penerangan ekonomi & social).Pendidikan dasar dan menengah ditempuhnya di Solo, yaitu pendidikan umum di pagi hari dan pendidikan agama (Madrasah Diniyah) di sore hari. Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, ia memperoleh kesempatan mengecap pendidikan di Borah High School Amerika Serikat (1960-1961). Setelah itu ia kembali ke Indonesia menyelesaikan  pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1962-1969).Setelah memperoleh gelar sarjana ekonomi di Universitas bergengsi ini dan didukung oleh potensi dan pengalaman individu yang padat sejak kecil, tidak heran kalau Dawam dapat diterima di Bank of Amerika sebagai staf Departemen Kredit. Konon ia dipromosikan pada salah satu jabatan penting di bank yang memiliki cabang di berbagai negara ini, bukannya diterima tetapi malah memilih keluar secara terhormat dari bank ini.Dawam pernah menduduki sejumlah jabatan penting, seperti Rektor Universitas “45” Bekasi, Guru Besar sekaligus Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang, Ketua ICMI Pusat, Ketua Majelis Ekonomi PP. Muhammadiyah, Direktur PT. Cides Persada Consultan, Ketua Yayasan Mitra Usaha, Komisaris Utama Pusat Pengembangan Agribisnis, Ketua Dewan Direktur Pusat Pengembangan Masyarakat Agrikarya, Ketua Redaksi Jurnal “Ulumul Qur’an ”. saat ini ia menjadi dosen di sejumlah perguruan tinggi, Ketua Yayasan Lembaga Studi Islam dan Filsafat (LSAF), Presiden Direktur The International Institute Of Islamic Thought Indonesia (IIITI), dan sejumlah jabatan lain.

  Dawam memilih profesi yang terkait langsung dengan umat. Bakatnya sebagai penulis menjadi kekhususan beliau. Ia menjadi wartawan dan kolumnis di berbagai media cetak di Indonesia serta menulis artikel pada sejumlah media cetak dalam dan luar negeri. Ia juga pernah menjadi pemimpin umum jurnal ilmiah PRISMA (1980-1986). Bahkan sejak mahasiswa, ia pernah menduduki jabatan Ketua Redaksi majalah Dewan Mahasiswa UGM, “GEMA” (1968-1969). Ia juga pernah menjadi anggota pengurus dan anggota biasa pada banyak organisasi, baik di tingkat nasional dan regional maupun internasional.

Kegemaran dan kreatifitasnya yang tinggi dalam hal tulis-menulis dibuktikan dengan banyaknya buku dan karangan hasil karyanya di sekitar persoalan ekonomi dan keislaman, di antaranya Esei-Esei Ekonomi Dan Politik (Jakarta,  LP3ES, 1983), Transformasi Pertanian, Industrialisasi Dan Kesempatan Kerja (Jakarta, UI Press, 1985), Perekonomian Indonesia; Pertumbuhan Dan Krisis (Jakarta, LP3ES, 1983), Perspektif Deklarasi Mekkah, Menuju Ekonomi Islam (Bandung, Mizan, 1993), Etika Bisnis Dan Manajemen, Kapitalisme Dulu Dan Sekarang (ed. Jakarta, LP3ES, 1986), Intelektual Intelegensia Dan Prilaku Polotik Bangsa (Bandung, Mizan, 1992). Di samping itu ia juga banyak menulis karangan tentang al-Qur’an, di antara yang diterbitkan dalam buku adalah “Bumi Manusia Dalam Al-Qur’an” Dalam Insan Kamil, Konsepsi Manusia Menurut Islam (Jakarta, Pustaka Garfiti, 1985) yang diedit oleh Dawam sendiri. [3] Mas Dawam adalah seorang Ensiklopedis, karena banyak menguasai bidang-bidang sosial keagamaan. Di antara salah satu penguasaannya adalah dalam bidang penafsiran kontemporer atas al-Qur’an seperti ditunjukkan dalam seluruh isi buku Ensiklopedi al-Qur’an (Tafsir Social Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci) ini,[4] karena dalam buku ini, dawam tidak hanya menggunakan rujukan kitab-kitab tafsir klasik, tapi juga yang kontemporer bahkan sampai buku-buku kecil (saku) yang untuk sebagian ilmuwan kurang diminati, digunakan juga oleh dawam dalam karyanya ini, maka tidak berlebihan jika Nasaruddin Umar dalam satu ulasannya tentang buku tafsir social ini menyebut sosok Dawam sebagai seorang scholar (cendekiawan-pen)[5]


[1] Disarikan dari seklumit tentang Dawam Rahardjo oleh Nasaruddin Umar, Refleksi Social Dalam Memahami al-Qur’an : Menimbang Ensiklopedi al-Qur’an karya M. Dawam Rahardjo, dalam Jurnal Studi al-Qur’an vol. 1, No. 3, 2006 hal. 489-491 
[2] Dawam Rahardjo, Paradigma Al-Qur’an: Metodologi Tafsir dan Kritik Social, Jakarta: PSAP Muhammadiyah, 2005, cet. 1 h. 1.

[3] Rahardjo, Dawam., Ensiklopedi al-Qur’an : Tafsir Social Berdasarkan Konsep-konsep Kunci, Jakarta: Paramadina, cet. II, 2002, (sampul depan).

[4] Rahardjo, Dawam., Ensiklopedi al-Qur’an ……(sampul depan).

[5] Nasaruddin Umar, Refleksi Social Dalam Memahami al-Qur’an…….hal. 492.   


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: